Halal Bi Halal Keluarga Besar MTsN 3 Mojokerto Berlangsung Riuh

Selasa, 18 Juni 2019, 14:30

Kab. Mojokerto (MTsN 3) – Suasana halal bi halal yang diselenggarakan keluarga besar MTsN 3 Mojokerto di kediaman Kepala Madrasah, Nur Kholis, Minggu (16/6/2019) berlangsung sangat ramai. Ini dikarenakan hadir lengkap 75 guru, pegawai, dan karyawan bersama seluruh anak dan istrinya. Kegiatan yang digelar secara rutin tahunan ini ditempatkan di Perumahan Graha Majapahit, Jalan Boulevard 68 Gayaman Mojokerto.

Dalam sambutannya, Kepala Madrasah menyerukan agar kegiatan yang baik ini bisa diteruskan selamanya walaupun dirinya tidak menjabat lagi. Ia juga menambahkan, melalui kegiatan ini kita bisa menjalin keakraban antar keluarga besar MTsN 3 Mojokerto sehingga diharapkan kerjasama dalam memajukan madrasah akan lebih solid.

Pembacaan sholawat nabi merupakan isian acara yang selalu mewarnai setiap adanya perkumpulan keluarga besar MTsN 3 Mojokerto. Alunan suara Ustadz Andi Wiyanto yang mengawali acara dengan pembacaan ayat suci Al quran juga menambah khidmatnya acara. “Semoga acara halal bi halal yang kita selenggarakan kali ini selalu mendapatkan ridho dari Alloh SWT,” pungkas Nur Kholis mengakhiri kata sambutannya. (sof)

MTsN 3 Mojokerto Gelar Sidang Kenaikan Kelas Tahun Pelajaran 2018/2019

Rabu, 19 Juni 2019, 10:05

Kab. Mojokerto (MTsN 3) – Tepat pukul 09.00 wib, Kepala MTsN 3 Mojokerto, Nur Kholis membuka secara resmi sidang kenaikan kelas 7 dan 8, Rabu (19/6/2019). Sidang diikuti oleh seluruh wali kelas dan guru mata pelajaran. Kriteria kenaikan kelas diuraikan secara gamblang oleh Kepala Madrasah.

Menurut penjelasannya, kriteria siswa dinyatakan naik apabila telah mengikuti proses pembelajaran selama tahun berjalan, nilai sikap kepribadian harus minimal baik, ketidakhadiran maksimal 10 % dari hari efektif KBM. Secara teknik sidang kenaikan kelas dipandu oleh waka bidang akademik, Hasan Tukiran.

Nur Kholis menegaskan pula bahwa siswa yang dinyatakan tidak naik harus ada bukti fisik yang jelas, yang mengindikasikan siswa tersebut tidak memenuhi syarat untuk dinaikkan. Bukti pendukung yang lain yang harus dilengkapi pula meliputi; surat undangan wali murid, catatan kehadiran, bukti pelanggaran, dan buku rekapitulasi nilai harian. “Jangan lupa siswa yang memperoleh prestasi terbaik diberikan reward,” pungkasnya mengakhiri sambutan. (sof)

Hari Pertama Masuk Sekolah, MTsN 3 Mojokerto Adakan HBH

Jum’at, 14 Juni 2019

Kab. Mojokerto (MTsN 3) – Setelah menikmati libur lebaran selama 2 minggu, Pagi ini, Jumat (14/6/2019) MTsN 3 ajak seluruh siswa halal bi halal (HBH). Kegiatan halal bi halal diadakan dengan penuh kesederhanaan di halaman madrasah. Setelah menyampaikan pengarahan singkat, Kepala Madrasah, Nur Kholis mengajak seluruh siswa bersalaman dengan seluruh guru secara bergiliran.

Kegiatan yang menjadi tradisi tahunan ini, terkesan meriah saat momen bersalaman ini diiringi dengan pembacaan sholawat nabi oleh salah satu guru di pengeras suara yang diikuti oleh seluruh siswa yang hadir. Nuansa keharuan dengan tetesan air mata terlihat saat setiap siswa menyampaikan permohonan atas semua kesalahan. Selain salaman dilakukan antarsiswa, juga dilakukan oleh siswa dan guru, serta guru dengan guru.

“Semoga dengan terhapusnya dosa melalui halal bi halal ini, menjadikan kehidupan kita lebih baik lagi, dan lebih sukses dalam meraih cita-cita,” harap Kepala Madrasah di hadapan peserta halal bi halal. (sof)

MTsN 3 Mojokerto Gelar Sidang Pengesahan Kelulusan Siswa se-Sub Rayon 53

Minggu, 02 Juni 2019, 15:59

Kab. Mojokerto (MTsN 3) –Setelah menyelesaikan proses pembelajaran dan menempuh beberapa kali ujian, 1443 siswa se-Sub Rayon 53 MTsN 3 Mojokerto secara resmi disahkan kelulusannya oleh Pengawas Madrasah, Rabu (27/5/2019). Sidang yang dihadiri 20 Kepala Madrasah ini seyogyanya mengesahkan kelulusan 1445 siswa, namun 1 siswa terkendala karena meninggal dunia dan 1 siswa mengundurkan diri sebelum menempuh ujian nasional.

Dua pengawas yang hadir untuk menjalankan tupoksinya tersebut adalah M.Romli dan Hanna Andyani. Dalam sidang penandatangan kelulusan ini dipimpin langsung oleh Kepala MTsN 3 Mojokerto, Nur Kholis selaku Ketua Sub Rayon 53. Dalam kata sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh Kepala Madrasah atas kerjasamanya selama ini sehingga bisa mengantarkan para siswa meraih kelulusan. Bagi yang rata-rata perolehan UNBK-nya kurang memuaskan diharapkan berupaya lebih keras lagi akar prestasi tahun pelajaran yang akan datang bisa meningkat.

“Setelah proses pengesahan kelulusan ini nanti, Bapak dan Ibu Kepala Madrasah se-Sub Rayon 53 bisa menindaklanjuti tahapan-tahapan berikutnya sampai ijasah benar-benar sudah diterima siswa,” pungkasnya. (sof)

Diseminasi GERAMM KKM MTsN 3 Mojokerto Wujudkan Madrasah Hebat di Era Melenial 4,0

Kab. Mojokerto (MTsN 3) – Sebanyak 20 Kepala MTs se-KKM MTsN 3 Mojokerto mengikuti kegiatan Diseminasi Gerakan Madrasah Inovasi (Gemi) oleh Kepala MTsN 3 Mojokerto, Nur Kholis selaku Ketua KKM, Rabu (29/5/2019). Program ini bertujuan untuk mengajak seluruh lembaga MTs swasta di lingkungan KKM MTsN 3 Mojokerto agar ikut perpartisipasi aktif dalam mewujudkan tercapai madrasah yang hebat dan bermartabat di era milenial 4,0.

Dalam diseminasi ini, ia menjelaskan 7 komponen untuk membangun madrasah, antara lain; Gerakan Literasi Madrasah (GELEM), Gerakan Madrasah Sehat (GEMES), Gerakan Furudhul Ainiyah (GEMA), Gerakan Madrasah Inovasi (GEMI), Gerakan Peningkatan Kompetensi Guru ( KATA SI GURU), Gerakan Peningkatan Kompetensi Kepala Madrasah (KATA SI KAMAD), dan Gerakan Peningkatan Kompetensi Pengawas Madrasah (KATA SI AWAS). Tujuh komponen tersebut diuraikan secara gamblang oleh Kamad MTsN 3 dengan gaya penyampaian yang penuh humor sehingga para peserta desimenasi merasa tidak bosan dan bisa mencerna dengan baik.

“Ini merupakan program pemerintah khususnya Kementerian Agama Republik Indonesia yang harus kita dukung dan kita sukseskan,” ajaknya. Ia juga menyerukan agar setiap madrasah dengan inovasi kemandiriannya bisa merangkul semua stake holder yang ada, agar program ini bisa cepat tercapai. “Jangan sampai madrasah kita menjadi madrasah yang tertinggal. Saat ini kita sudah memasuki era melienial 4,0, jaman kemajuan yang luar biasa. Yok kita kejar ketertinggalan kita agar madrasah kita semakin diminati masyarakat,” pungkasnya. (sof)